Selasa, 20 Desember 2011

PEMENANG MNet Asian Music Award 2011


Ini  Dia Pemenang MNet Asian Music Awards 2011
MNet Asian Music Awards 2011 sukses digelar, Selasa (29/11/2011). Ajang penghargaan yang kali ini digelar negeri tetangga Singapura itu menampilkan tak hanya artis-artis Korea, tetapi juga Jepang dan China.
Berikut daftar lengkap peraih penghargaan MAMA 2011:

Album of the Year:
Super Junior

Song of the Year:
2NE1 'I'm the Best'

Artist of the Year:
SNSD

Singapore Choice Awards:
Super Junior

Best Asian Chinese Singer:
Jane

Best Style in Music Awards:
Seo Inyoung

Best New Asian Group Artist:
Aziatix

The Best New Asian Solo Artist:
Wei Chen

Best Band Performance:
CNBlue

Best Rap Perrformance:
Leessang

Best Male Group:
Super Junior

Best Female Group:
SNSD

Best New Female Artist:
A Pink,

Best New Male Artist:
Huh Gak

Best Male Artist:
Kim Hyun Joong

Best Female Artist:
Baek Ji Young

Best Solo Dance Perf:
Hyuna

Best Group Dance Perf (Male):
Beast

Best Group Dance Perf (Female):
Miss A

Best Music Video:
Big Bang ‘Love Song’

Best Vocal Perf (Solo):
IU

Best Vocal Perf (Group):
2NE1 (Lonely)

Best OST:
Baek Ji Young (Secret Garden)

ETIKA DALAM BISNIS INTERNASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis dunia internasional sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.

Hubungan perdagangan dengan pengertian “asing” rupanya masih membekas dalam bahasa Indonesia, karena salah satu arti “dagang” adalah “orang dari negeri asing”. Dengan saran transportasi dan komunikasi yang kita miliki sekarang, bisnis internasional bertambah penting lagi. Berulang kali dapat kita kita dengar bahwa kini kita hidup dalam era globalisasi ekonomi: kegiatan ekonomi mencakup seluruh dunia, sehingga hampir semua negara tercantum dalam “pasar” sebagaimana dimengerti sekarang dan merasakan akibat pasang surutnya pasar ekonomi. Gejala globalisasi ekonomi ini berakibat positif maupun negatif.

Internasionalisasi bisnis yang semakin mencolok sekarang ini menampilkan juga aspek etis yang baru. Tidak mengherankan jika terutama tahun-tahun terakhir ini diberi perhatian khusus kepada aspek-aspek etis dalam bisnis internasional. Dalam bab ini kita akan membahas beberapa masalah moral yang khusus berkaitan dengan bisnis pada taraf internasional.

Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Norma-norma Moral yang umum pada taraf Internasional

Salah satu masalah besar yang sudah lama disoroti serta didiskusikan dalam etika filosofis adalah relatif tidaknya norma-norma moral. Kami berpendapat bahwa pandangan yang menganggap norma-norma moral relatif saja tidak bisa dipertahankan. Namun demikian, itu tidak berarti bahwa norma-norma moral bersifat absolut atau tidak mutlak begitu saja. Jadi, pertanyaan yang tidak mudah itu harus bernuansa. Masalah teoritis yang serba kompleks ini kembali lagi pada taraf praktis dalam etika bisnis internaasional. Apa yang harus kita lakukan ,jika norma di Negara lain berbeda dengan norma yang dianut sendiri? Richard De George membicarakan tiga jawaban atas pertanyaan tersebut, ada 3 pandangan mengenai pertanyaan di atas sebagai berikut :

a.       Menyesuaikan Diri

Untuk menunjukkan sikap yang tampak pada pandangan ini menggunakan peribahasa **Kalau di Roma, bertindaklah sebagaimana dilakukan orang roma** Artinya perusahaan harus mengikuti norma dan aturan moral yang berlaku di negara itu, yang sama dengan peribahasa orang Indonesia **Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung**. Norma-norma moral yang penting berlaku di seluruh dunia. Sedangkan norma-norma non-moral untuk perilaku manusia bisa berbeda di berbagai tempat. Itulah kebenaran yang terkandung dalam pandangan ini. Misalnya, norma-norma sopan santun dan bahkan norma-norma hukum di semua tempat tidak sama. Yang di satu tempat dituntut karena kesopanan, bisa saja di tempat lain dianggap sangat tidak sopan.

b.      Regorisme Moral

Pandangan kedua memilih arah terbalik. Pandangan ini dapat disebut “rigorisme moral”, karena mau mempertahankan kemurnian etika yang sama seperti di negerinya sendiri. Mereka mengatakan bahwa perusahaan di luar negeri hanya boleh melakukan apa yang boleh dilakukan di negaranya sendiri dan justru tidak boleh menyesuaikan diri dengan norma etis yang berbeda di tempat lain. Mereka berpendapat bahwa apa yang dianggap baik di negerinya sendiri, tidak mungkin menjadi kurang baik di tempat lain.

Kebenaran yang dapat ditemukan dalam pandangan regorisme moral ini adalah bahwa kita harus konsisten dalam perilaku moral kita. Norma-norma etis memang bersifat umum. Yang buruk di satu tempat tidak mungkin menjadi baik dan terpuji di tempat di tempat lain. Namun para penganut rigorisme moral kurang memperhatikan bahwa situasi yang berbeda turut mempengaruhi keputusan etis.

c.       Imoralisme Naif

Menurut pandangan ini dalam bisnis internasional tidak perlu kita berpegang pada norma-norma etika. Kita harus memenuhi ketentuan-ketentuan hukum (dan itupun hanya sejauh ketentuan itu ditegakkan di negara bersangkutan), tetapi selain itu, kita tidak terikat norma-norma moral. Malah jika perusahaan terlalu memperhatikan etika, ia berada dalam posisi yang merugikan, karena daya saingnya akan terganggu.

Kasus : Bisnis dengan Afrika Selatan yang Rasistis

Setelah kita mempelajari dua pandangan tentang peranan etika dalam bisnis internasional ini, perlu kita simpulkan bahwa tidak satu pun di antaranya bisa dipertahankan. Dalam pandangan “menyesuaikan diri” dapat kita hargai perhatian untuk peranan situasi. Situasi yang berbeda-beda memang mempengaruhi kualitas etis suatu perbuatan, tetapi tidak sampai menyingkirkan sifat umum dari norma-norma moral, seperti dipikirkan pandangan pertama ini. Pandangan kedua, rigorisme moral, terlalu ekstrem dalam menolak pengaruh situasi, sedangkan mereka benar dengan pendapat bahwa kita tidak meninggalkan norma-norma moral di rumah, biola kita berangkat bebisnis ke luar negeri. Norma-norma moral mempunyai sifat universal.

Dalam etika jarang prinsip-prinsip moral bias diterapkan dengan mutlak, karena kondisi  konkret sering kali sangat kompleks. Hal ini dapat diilustrasikan pada bisnis internasional dengan Afrika Selatan  yang mempunyai sistem politik didasarkan pada diskriminasi ras (Apartheid) bahkan sistem Apartheid ini didasarkan atas Undang-undang Afrika Selatan sejak 1948.

Kebijakan Apartheid Afrika Selatan menimbulkan kesulitan moral untuk perusahaan asing yang mengadakan bisnis di Afrika Selatan karena mereka wajib mengikuti sistem Apartheid. Dalam mencari jalan keluar dari dilema ini banyak perusahaan Barat memegang pada The Sullivan Principles yang dirumuskan dan dipraktekkan oleh Leon Sullivan. Prinsip-prinsip Sullivan :

1.      Leon Sullivan sebagai General Motors tidak akan menerapkan undang-undang Apartheid.
2.      Menghapus undang-undang Apartheid.

Selasa, 25 Oktober 2011

Profesi Kependidikan


Profesi Kependidikan
Ciri karakteristik profesi:
a.       Profesi itu memiliki fungsi dan signifikasi sosial bagi masyarakat
b.      Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.
c.       Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu
d.      Ada kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut.
e.       Sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat maka anggota profesi secara keseorangan atau kelompok memperoleh imbalan financial.

Persyaratan profesi;
a.       Menuntut adanya keterampilan yang didasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam
b.      Menemukan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya
c.       Menuntut adanya tingkat pendidikan yang memadai
d.      Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan
e.       Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan
f.       Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
g.      Memiliki klien atau objek layanan yang tetap seperti guru dan muridnya
h.      Diakui oleh masyarakat karena jasanya perlu dimasyarakatkan.


Ciri-ciri profesi:
a.       Adanya standar unjuk kerja
b.      Adanya lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab
c.       Adanya organisasi profesi
d.      Adanya etika dan kode etik profesi
e.       Adanya system imbalan
f.       Adanya pengakuan masyarakat


Kode etik guru:
a.       Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila
b.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional
c.       Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan
d.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang keberhasilannya proses belajar mengajar
e.       Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
f.       Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya
g.      Guru memelihara hubungan seprofesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial
h.      Guru bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian
i.        Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan

Supervisi = pengawasan yaitu mengawasi apakah bawahan atau guru menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasannya dan bukan berusaha membantu guru itu.

Bimbingan dan konseling
Bimbingan adalah proses peberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesimpulan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat.

Konseling adalah pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling dengan seseorang ahli kepada individu yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapai oleh klien

Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yand diselenggarakan di luar sekolah yang tidak berjenjang, tidak berkesinambungan, tidak formal, dan tidak ada keseragaman yang bersifat nasional namun tetap menunjang tujuan pendidikan.

Sertifikasi guru adalah pemberian sertifikat pendidik untuk guru

Syarat sertifikasi antara lain:
1.       Kualifikasi akademik
2.       Pendidikan dan pelatihan
3.       Pengalaman mengajar
4.       Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
5.       Penilaian dari atasan / pengawas
6.       Prestasi akademik
7.       Karya pengembangan profesi
8.       Keikutsertaan dalam forum ilmiah
9.       Pengalaman organisasi dibidan pendidikan dan sosial
10.   Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar


Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

1.      Visi ISBD sebagai berikut:
“Agar berkembangnya mahasiswa sebagai manusia yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan kemasyarakatannya”.
2.      Misi ISBD sebagai berikut:
“Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”.
3.      Tujuan umum ISBD sebagai berikut:
a.       Pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya.
b.      Kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya.
c.       Kemampuan menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tersebut.

4.      Tujuan khusus ISBD sebagai berikut:
a.       Mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkunagn sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi.
b.      Memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut
c.       Menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan sosial budaya.
d.      Maningkatkan kesadaran terhadap nilai manusa dan kehiduupan manusiawi.
e.       Membina kemampuan berpikir dan bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya.


 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A.    Manusia
1.      Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait antara lain:
·         Jasad à badan kasar manusia yang nampak dari luar
·         Hayat à mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
·         Ruh à daya yang bekerja secara spiritual
·         Nafs à diri atau keakuan yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
·         Id à merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak
·         b.      Ego à sebagai kepribadian menghubungkan energi id ke dalam saluran sosial
·         Seperego à struktur kepribadian yang paling akhir dan muncul kira-kira usia 5 tahun.
Id, ego, dan superego digunakan sebagai alat analisis bagi tingkah laku manusia.

B.     Hakekat Manusia
Pada hakekatnya manusa adalah;
1.      Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh dan hanya untuk sementara.
2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingakan dengan makhluk lain. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam:
·         Perasaan indrawi
·         Perasaan rohani, contohnya:
1.       Perasaan intelektual
2.       Perasaan estetis
3.       Perasaan etis
4.       Perasaan diri
5.       Perasaan sosial
6.       Perasaan religius
·         Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budayawati.
·         Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi) mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.\

C.     Hidup manusia mempunyai tiga taraf yaitu:
1.      Estetis : dalam kehidupan estetis manusia mampu manangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang menggungkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian dan lain-lain.
2.      Etis: manusia meningkatkan etis ke dalam rangkaian manusiawi dalam bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan.
3.      Religius: manusia menghayati pertemuan dengan Tuhan.

D.    Kebudayaan
1.      Pengertian kebudayaan
a.       Menurut E.B Taylor, kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
b.      Menurut Solo Sumarjan, dan Soelaeman Sumarno, kebudayaan adalah sebagai hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
c.       Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
d.      Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya
e.       Menurut Van Peursen, kebudayaan adalah sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kolompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam
f.       Menurut A.L Krober dan C. Kluckhon, kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

2.      Unsur-unsur kebudayaan
a.       Menurut Melville J. Herkovits, unsur kebudayaan yaitu:
·         Alat-alat tekhnologi
·         Sistem ekonomi
·         Keluarga
·         Kekuatan politik

b.      Menurut Brownislaw Malinowski, unsur kebudayaan yaitu:
·         Sistem norma
·         Organisasi ekonomi
·         Alat-alat atau lembaga atau petugas pendidikan
·         Organisasi kekuatan

c.       Menurut C. Kluckhohn, unsur kebudayaan yaitu:
·         Sistem religi sistem kepercayaan
·         Sistem organisasi kemasyarakatan
·         Sistem pengetahuan
·         Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
·         Sistem tekhnologi dan peralatan
·         Bahasa
·         Kesenian

3.      Ciri-ciri kebudayaan adalah
a.       Produk manusia / ciptaan manusia
b.      Bersifat sosial, kebudayaan tidak pernah dihasilkan secara individual
c.       Diteruskan melalui proses belajar.
d.      Bersifat simbolik karena mengekspresikan manusia dan segala upayanya untuk mewujudkan dirinya
e.       Sistem pemenuhan berbagai kebutuhan manusia, manusia memenuhi kebutuhan dengan cara beradap /  manusiawi.

4.      Wujud kebudayaan yaitu
a.       Wujud ideal adalah sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan. Wujud ideal dapat kita sebut adat, tata kelakuan, adat istiadat.
b.      Sistem sosial adalah wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan lain manurut pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan.
c.       Kebudayaan fisik adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.


E.     Isi utama kebudayaan:
Isi utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa:
1.      Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan ang dimiliki sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami:
·         Alam sekitar
·         Alam flora di daerah tempat tinggal
·         Alam fauna di daerah tempat tinggal
·         Zat-zat bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya
·         Tubuh manusia
·         Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia
·         Ruang dan waktu
·         Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara, yaitu sebagai berikut:
a.       Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial
b.      Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya.
c.       Berdasarkan pengalamannya yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi maupun dari pendidikan non formal/tidak resmi seperti kursus-kursus, penataran-penataran, ceramah
d.      Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis, yang sering disebut sebagai komunikasi simboliks.

2.      Nilai
Nilai adalah sesuatu yang baik selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.Karena itu sesuatu dikatakan bernilai apabila berguna dan berharga, indah, baik, religius.
Manurut C. Kluchohn bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal yaitu sebagai berikut:
·         Hakekat hidup manusia
·         Hakekat karya manusia
·         Hakekat waktu manusia
·         Hakekat alam manusia
·         Hakekat hubungan antar manusia

3.      Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab/mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.Di dialamnya terkandung konsep nilai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. Oleh karena itu, pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu, kelompok atau bangsa.

4.      Kepercayaan
Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas dari pada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Pada dasarnya, manusia memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang maha tinggi, yaitu: “dimensi lain di luar diri dan lingkungannya, yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia.”

Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup, dan hanya yang maha tinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.

5.      Persepsi
Persepsi adalah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian suatu gejala dalam kehidupan.
Persepsi terdiri atas:
·         Persepsi sensorik yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia
·         Persepsi telepatik yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain
·         Persepsi clairvoyance yaitu kemampuan melihat peristiwa atau kejadian di tempat lain, jauh dari tempat orang yang bersangkutan.

6.      Etos kebudayaan
Etos = Jiwa = Watak khas
Etos sering tampak pada gaya perilaku warga
Misalnya: kegemaran-kegemaran warga masyarakat, berbagai benda budaya hasil karya mereka, dilihat dari luar oleh orang asing.

Contoh: kebudayaan batak dilihat dari orang jawa sebagai orang yang agresif, kasar, kurang sopan, tegas, konsekuen, dan berbicara apa adanya.Sebaliknya kebudayaan jawa dilihat oleh orang batak bahwa orang jawa memanarkan keselarasan, kesuraman, ketenangan yang berlebih, lembat, tingkah laku yang sukar ditebak, gagasan yang terbelit-belit, feodal serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial.

F.      Sifat-sifat Budaya
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda tapi setiap kebudayaan mempunyai ciri dan sifat yang sama.
Sifat hakiki dari kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.      Budaya terwujud dan tersalur dari perilaku manusia
2.      Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.      Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku
4.      Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kejiwaan-kejiwaan, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. 

G.    Sistem Budaya
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari:
1.      Pikiran-pikiran
2.      Gagasan
3.      Konsep
4.      Keyakinan
Sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa indonesia disebut sebagai adat istiadat, dan salah satu fungsi sistem budaya adalah merata serta menetapkan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia.
Menurut bronislaw molinowski, unsur pokok kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.      Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat, di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
2.      Organisasi ekonomi
3.      Alat-alat dan lembaga pendidikan
4.      Organisasi kekuatan

Menurut melville j. heekovits unsur pokok kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.      Alat-alat tekhnologi
2.      Sistem ekonomi
3.      Keluarga
4.      Kekuasaan politik

Jenis kebudayaan dapat dikelompokan sebagai berikut:
a.       Kebudayaan material, yaitu berupa:
·         Hasil cipta
·         Karsa
·         Yang berwujud benda
·         Barang alat pengolahan alam
Contoh: gedung, pabrik, jalan, rumah dan sebagainya.
b.      Kebudayaan non-material yaitu sebagai berikut:
·         Hasil cipta
·         b.      Karsa
·         Yang berwujud kebiasaan
·         Adat istiadat
·         Ilmu pengetahuan
Non material antara lain sebagai berikut ini:
·         Volkways (norma kelaziman)
·         Mores (norma kesusilaan)
·         Norma hukum
·         Model fashion

Kebudayaan dapat dilihat dari dimensi wujudnya ada sebagai berikut:
a.       Sistem budaya: kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, peraturan, dsb.
b.      Sistem sosial: merupakan kompleks dari aktivitas serta parpol dan manusia dalam organisasi dan masyarakat.
c.       Sistem kebendaan: wujud kebudayaan fisik atau alat-alat yang diciptakan manusia untuk kemudahan hidupnya.

Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan
Kebudayaan yang mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dengan pengorbanan, seperti:
·         Kekuatan alam
·         Kekuatan lainnya yang tidak selalu baik
Kecuali itu manusia memerlukan kepuasan, sebagai berikut:
·         Kepuasan dibidang spiritual
·         Kepuasan dibidang material
Tekhnologi mempunyai peran sebagai berikut:
1.      Sebagai pedoman terhadap hubungan antara manusia dengan kelompoknya
2.      Sebagai wadah untuk menyalurkan kemampuan dan perasaan manusia
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Sebagai manusia dengan binatang
5.      Sebagai petunjuk bagaimana manusia bertindak dan berperilaku di dalam pergaulannya.
6.      Sebagai pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikap yang berhubungan dengan orang lain.
7.      Sebagai modal dasar pembangunan

Sebagai makhluk budaya manusia memiliki berbagai kebutuhan, yaitu sebagai berikut:
a.       Kebutuhan jasmani, berupa:
·         Pangan
·         Sandang
·         Rumah /  papan
·         Olah raga
b.      Kebutuhan rohani, berupa:
·         Pendidikan dan pelatihan
·         Hiburan
·         Kesenia
·         Keagamaan
c.       Kebutuhan biologis , berupa:
Kebutuhan yang berguna bagi pengembangan keluarga dan kelangsungan generasi.
d.      Pemenuhan kebutuhan, berupa:
Kebutuhan jasmani dan rohani dapat dipenuhi dari alam lingkungannya.